Artikel
MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA ONLINE BERBASIS MOBILE LEARNING MELALUI WAP (WERLES APLIKATOIN PROTOCOL) UNTUK SMA DI KAB. FLORES TIMUR
WAP (Wernes Aplikation Protocol) merupakan salah satu fasilitas yang dimiliki oleh telepon genggam maupun PDA. Media ini dibuat sederhna dengan menggunkan bahasa pemrograman PHP dan WML, sehingga dilengkapi dengan berbagai bntuk desain dan keunggulan teknologi disajikan, WAP merupakan salah satu bentuk fitur yang disajikan dengan keunggulan yang mampu menampilkan berbagai informasi yang ingin di akses serta menjadi sebuah media pembelajaran berbasis website.
Untuk itu, dibutuhkan suatu model pembelajaran penting untuk membantu siswa dalam memahami materi dan soal. Model pembelajran matematika melalui WAP merup[akan salah satu media yang dapat membantu siswa dan guru, karena dengan media tersebut guru dapat membantu memberikan materi tambahan serta soal latihan apabila waktu mengajar guru dalam kelas kurang.
Karena matematika selalu dianggap sebagai mata pembelajaran paling menakutkan oleh para siswa sehingga seringkali dijadikan sebagai ketakutan dalam belajar. Salah satu penyebabnya adalah metode penyampaian materi oleh guru yang di anggap menonton dengan sederetan rumus dan angka yang semakin siswa jenuh, waktu guru mengajar di kelas juga sangat minim sehingga dalam mengajar guru hanya dikejar target mengajar atau ketuntasan materi sedangkan ketuntasan atau kepemahaman siswa dalam memahami konsep kurang memperhatikan, kurangnya siswa dalam berlatih mengerjakan soal-soal. Untuk itu perlu pengembangan berbagai metode pengajaran soal-soal, perangkatnya yang diperlukan untuk menunjang proses kegiatan proses kegiatan belajar mengajar agar tidak hanya target mengajar saja terpenuhi tapi pemahaman siswa dalam mata pembelajaran juga terpenuhi.
Semoga dengan adanya model pembelajran matematika online berbasis mobile learning menggunakan WAP ini sebagai media alternatif diharapkan mampu menyediakan fasilitas dan visualisasi pengetahuan sehingga pengetahuan menjadi menarik dan mudah dipahami. Konsep ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya suasana pembelajaran yang baru dan dapat memotivasi semangat belajar siswa dan guru. Selain itu media ini dapat memberikan siswa kesempatan untuk mengurangi ketergantungannya kepada guru.
| AS 04520014 | TA TI SER 83 2009 | Perpus STMIK (ARTIKEL) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain