SKRIPSI Sistem Informasi
GAME EDUKASI BELAJAR WARNA BENDA UNTUK ANAK USIA DINI MENGGUNAKAN METODENAIVE BAYES UNTUK MENGETAHUI KEMAMPUAN ANAK
ABSTRAK
Alqorny, Achmad Uwais. 2020. GAME EDUKASI BELAJAR WARNA BENDA UNTUK ANAK USIA DINI MENGGUNAKAN METODE NAIVE BAYES UNTUK MENGETAHUI KEMAMPUAN ANAK. Skripsi, Program Studi Sistem Informasi STMIK PPKIA Pradnya Paramita. Pembimbing: (I) Dr. Indah Dwi Mumpuni, S.Kom., MM,(II) Samsul Arifin, S.Kom., MMSI
Kata Kunci: Game Edukasi, Naive Bayes.
Saat ini teknologi berkembang sangat pesat dan merambah ke berbagai bidang. Salah satunya yaitu pada bidang pendidikan. Dengan merambahnya teknologi ke bidang pendidikan, maka model pembelajaran juga lebih beragam. Game edukasi menjadi salah satu model pembelajaran yang sangat cocok untuk anak usia dini. Karena game edukasi berisi animasi lucu dan permainan yang dapat menarik minat belajar anak usia dini. Namun game edukasi yang banyak beredar tidak ada sistem untuk menentukan status pemain apakah sudah menguasai materi di game edukasi atau belum. Maka dibuatlah game edukasi belajar warna benda berbasis android yang memiliki sistem untuk menentukan status pemain.
Game edukasi belajar warna benda menggunakan metode Naïve Bayes dengan menjadikan skor dari tiap permainan sebagai data uji untuk menentukan status pemain. Pada perhitungan metode Naïve Bayes untuk menentukan status pemain, maka pemain diharuskan untuk menguasai seluruh jenis permaian untuk mendapatkan status lulus. Sehingga penentuan status pemain dalam menguasai seluruh materi di game edukasi menjadi lebih akurat.
Pada hasil pengujian didapatkan hasil bahwa game edukasi belajar warna benda dapat meningkatkan kemampuan pemain dalam memahami materi pembelajaran. Terbukti dari siswa dengan status belajar lagi kemudian setelah mengulang permainan pembelajaran maka didapatkan hasil 73,33% dari 15 siswa yang mendapatkan status lulus. Game edukasi belajar warna benda juga dapat menentukan status pemain dengan akurasi 100%, karena dapat menentukan semua status pemain dengan tepat. Sedangkan game edukasi dengan metode tradisional memiliki tingkat akurasi 33,33%, karena terdapat siswa dengan perolehan bintang dengan status yang masih kurang akurat. Sehingga bila dihitung dari selisih keakurasian kedua game, maka game edukasi belajar warna benda 66,66% lebih akurat dari game edukasi metode tradisional dalam menentukan status pemain yang menguasai keseluruhan materi di game edukasi.
| 16510021 | 001.42 ACH G SKR SistemInformasi | Perpus STMIK (Sistem Informasi) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain