SKRIPSI Sistem Informasi
PERBANDINGAN METODE DYNAMIC CUTTING DAN CONTINUITY CUTTING PADA PEMBUATAN VIDEO KLIP
ABSTRAK
Widodo, Oktandia Cahyo. 2015. Perbandingan Metode Continuity cutting dan Dynamic Cutting Pada Pembuatan Video Klip. Skripsi, Program Studi Sistem Informasi STMIK PPKIA Pradnya Paramita Malang. Pembimbing: (I) Mahmud Yunus, S.Kom., M.Pd.,(II) Jauharul Maknunah, SE., MM.
Kata Kunci : Video klip, continuity cutting, dynamic cutting
Fungsi video klip diantaranya yaitu, sebagai media utama pemasaran untuk dapat meningkatkan penjualan, sebagai media promosi bagi penyanyi, musisi, atau group band dan juga bisa untuk membentuk image dari musisi itu sendiri. Untuk dapat membuat suatu video klip, bisa menggunakan metode dynamic cutting dan continuity cutting. Dynamic cutting merupakan metode penyuntingan video yang berisi penyambungan dari dua buah adegan yang tidak mempunyai kesinambungan. Sedangkan continuity cutting merupakan metode penyuntingan video yang berisi penyambungan dari dua adegan yang mempunyai kesinambungan. Dynamic cutting mempunyai kelemahan, diantaranya proses pembuatan lebih lama, biaya produksi lebih mahal. Dynamic cutting biasanya dipakai untuk video klip yang mempunyai alur cerita yang tidak saling berkaitan antara adegan satu dengan adegan lainnya, jadi dalam video tersebut berisi rangkaian adegan dari keseluruhan skenario yang telah diinginkan group musik tersebut. Sedangkan continuity cutting mempunyai kelemahan yaitu cerita yang ditampilkan hanya mengarah ke identitas grup musik atau bisa juga mengarah pada cerita dari video klip tanpa mempunyai sebuah alur cerita yang saling berkaitan antara adegan satu dengan adegan lainnya. Continuity cutting biasanya dipakai untuk video klip yang diperankan oleh salah satu tokoh dalam satu cerita. Tokoh tersebut bisa diambil dari model atau dari group band itu sendiri.
Metode yang digunakan dalam pembuatan video klip ini adalah metode Continuity cutting yaitu metode penyuntingan video yang berisi penyambungan dari dua adegan yang mempunyai kesinambungan dan dynamic cutting yaitu metode penyuntingan video yang berisi penyambungan dari dua buah adegan yang tidak mempunyai kesinambungan. Dari kedua metode tersebut, kemudian akan dibandingkan metode mana yang lebih cocok dengan kriteria Silver Band.
Dari hasil penelitian bahwa video klip menggunakan metode dynamic cutting lebih cocok dengan kriteria Silver Band. Dengan demikian pembuatan video klip ini diharapkan mampu mewujudkan tujuan awal yaitu untuk mempromosikan grup band Silver Band dalam mengenalkan karya mereka kepada masyarakat luas dan memasarkan albumnya ke pasaran musik Indonesia.
| 11510024 | 001.42 OKT P SKR SistemInformasi | Perpus STMIK (Sistem Informasi) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain