SKRIPSI Teknik Informatika
MENUTUP CELAH KEAMANAN WINBOX MIKROTIK MENGGUNAKAN PORT KNOCKING
ABSTRAK
Kusuma, Irfan Agung. 2020. Menutup Celah Keamanan Winbox Mikrotik dengan menggunakan Port Knocking. Skripsi, Program Studi Sistem Informasi STMIK PPKIA Pradnya Paramita. Pembimbing: (I) Sigit Setyowibowo, ST., MMSI (II) Nasrul Firdaus, S.Kom., MMSI
Kata Kunci: Keamanan jaringan, Port Knocking, WinboxExploit, Mikrotik
Keamanan jaringan merupakan salah satu hal terpenting dalam implementasi jaringan komputer. Tidak sedikit jaringan komputer yang mengalami masalah yang disebabkan oleh kelalaian pengelola jaringan dalam membangun sebuah jaringan komputer tanpa adanya penambahan keamanan jaringan. Dikarenakan kelalaian tersebut sehingga dapat membuka peluang bagi para peretas memasuki suatu jaringan dan merusak jaringan yang dibangun tersebut. Exploit merupakan salah satu teknik yang sering digunakan para peretas untuk menyerang keamanan sebuah sistem, dengan cara exploit menggunakan WinboxExploit, seorang peretas bisa mengetahui informasi username dan password dari perangkat router dalam waktu kurang dari 1 menit, meskipun administrator sudah menggantinya beberapa kali
Exploit mikrotik dengan menggunakan WinboxExploit hanya menyerang mikrotik versi 6.30.1 sampai 6.40.7, karena Mikrotik versi terbaru sudah meningkatkan sistem keamananya dari serangan WinboxExploit. Meski begitu masih banyak user mikotik yang menggunakan versi 6.30.1 sampai 6.40.7, dilihat dari website mikrotik Indonesia pengunduhan file .ISO terbanyak pada Mikrotik Versi 6.33 hingga 505.336 file (www.routeros.co.id diakses 3 maret 2020), dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa user mikrotik versi 6.33 masih banyak digunakan hingga saat ini, untuk itulah diperlukan peningkatan kemananan di versi mikrotik tersebut
Port Knocking merupakan suatu sistem keamanan yang bertujuan untuk membuka atau menutup akses block ke port tertentu dengan menggunakan Firewall pada perangkat jaringan dengan cara mengirimkan paket atau koneksi tertentu. Koneksi bisa berupa protocol TCP, UDP, maupun ICMP. Sehingga untuk masuk dan menggunakan akses ke port tertentu yang telah dibatasi, maka user harus mengetuk terlebih dahulu dengan memasukkan rule yang harus dilakukan terlebih dahulu. Rule yang dimana hanya diketahui oleh pihak administrator jaringan, selain itu diperlukan juga fitur tambahan untuk menunjang metode tersebut, dengan menambah fitur notifikasi disaat administrator mengakses mikrotik serta terdapat sistem yang dapat menyimpan otomatis backup data mikrotik.
Setelah melakukan mengujian dengan cara penetrasi tes didapatkan hasil bahwa dengan menggunakan port knocking berhasil dan terbukti bisa menutup celah yang terdapat pada winbox di mikrotik versi 6.32.2 dari serangan WinboxExploit, serta dengan adanya fitur notifikasi login, administrator bisa memantau siapa saja yang mengakses mikrotik. Serta dengan adanya fitur ini adminsitartor bisa mengetahui apakah metode port knocking masih berfungsi dengan baik atau tidak dan dengan fitur automatis backup konfigurasi dan data mikrotik bisa di recovery bila kedepannya jaringan berhasil dimasuki oleh peretas.
| 16510015 | 001.42 IRF M SKR TeknologiInformasi | Perpus STMIK (Teknologi Informasi) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain