SKRIPSI Teknik Informatika
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT DEMAM BERDARAH MENGGUNAKAN METODE FUZZY TSUKAMOTO
ABSTRAK
Krisbiantoro, Slamet. 2015. Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Demam Berdarah menggunakan Metode Fuzzy Tsukamoto. Skripsi, Program Studi Teknik Informatika STMIK PPKIA PradnyaParamita. Pembimbing:(I) Mahmud Yunus, S.Kom.,M.Pd.,M.T. (II) Rahayu Widayanti, SE.,M.M.
Kata kunci :SistemPakar, Demam Berdarah, Fuzzy Tsukamoto, Fuzzy Logic
Penyakit demam dengue atau demam berdarah merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegepty dan Aedes albopictus. Penyakit ini merupakan salah satu jenis gangguan kesehatan yang menggangu produktivitas setiap orang dan merupakan salah satu penyakit menular yang sering menimbulkan wabah dan menyebabkan kematian. Gejala penyakit demam berdarah selama ini hanya didiagnosis masyarakat awam berdasarkan ciri-ciri fisik yang diketahui tanpa didukung oleh fakta dan pertimbangan medis lainnya. Sehingga membuat masyarakat atau penderita sulit membedakan penyakit demam berdarah dengan penyakit demam biasa lainnya. Akibatnya tak jarang penyakit-penyakit tersebut ditangani dengan cara yang salah yang bisa berakibat fatal seperti kematian.
Tujuan penelitian ini adalah terciptanya sistem pakar diagnosa penyakit demam berdarah menggunakan metode fuzzy Tsukamoto. Logika fuzzy adalah metodologi sistem kontrol pemecahan masalah, yang cocok untuk diemplementasikan pada sistem, mulai dari sistem sederhana, sistem kecil, atau sistem kontrol. Logika Fuzzy merupakan salah satu kompenen pembentuk soft computing. Metode pengembangan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pengembangan sistem (SDLC) Software Development Life Cyclemodel Waterfall.
Berdasarkan hasil dari implementasi dan pengujian sistem pakar diagnosa penyakit demam berdarah berdasarkan nilai dari gejala yang dimasukkan serta memberikan solusi untuk mengatasinya. Hal ini diperkuat dengan perolehan hasil pengujian kualitas sistem diperoleh nilai rata-rata dimensi Ketepatan (Correctness) sebesar 3,4, dimensi Efisiensi(Efficiency) sebesar 3,5 dan dimensi Kegunaan(Usability) sebesar 3,6. Berdasarkan hasil ini kualitas sistem dan kualitas informasi dapat dikatakan sudah sesuai kebutuhan, namun perlu dikembangkan lebih lanjut.
| 2015-TI-288 | SKR TI Kri 288-2015 | Perpus STMIK (SKRIPSI TI) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain